RSS

JENDELA BIOGRAFI EINSTEIN

20 Jul

einstein.jpg

Albert Einstein adalah tokoh ilmuwan Fisika yang tak asing lagi. Beliau adalah seorang soko guru Fisika terkemuka. Khususnya dalam Teori Relativitasnya.

Kehidupan Albert Einstein memiliki suatu nilai yang dramatis dan penuh dengan kejutan. Albert Einstein adalah warga Jerman dari keluarga Yahudi, namun walaupun demikian beliau membenci arang – orang Jerman.

Beliau adalah orang Yahudi yang tidak memenuhi ketekunan dan keteguhan dalam tata cara kehidupan Yahudi bahkan tidak berpengaruh pada lingkungannya. Albert Einstein ini dididik oleh keluarga yang memisah dari jalur tradisional syariah Yahudi, bahkan ia dimasukkan dalam sekolah dasar katolik. Einstein adalah seorang pasifis, pejuang perdamaian dunia, tetapi juga mendorong orang untuk mengangkat senjata nuklir; ia adalah orang zionis yang menginginkan terciptanya perdamaian bagi orang – orang Arab.

Albert Einstein lahir di kota Ulm, kota di tepi sungai Donau di Jerman, sedangkan orang tuannya berasal dari kota Buchau, kota kecil yang terletak di antara danau Contance dan Ulm. Ia lahir pada tanggal 14 maret 1879. Ayahnya, bernama Herman Einstein dan ibunya bernama Paulina Koch. Ayah beliau adalah seorang yang sangat ramah, lembut dan bijak,ringan hati, tetapi tidak mudah untuk di tundukkan begitu saja. Ia membuka bengkel listrik dan rekayasa. Sedangkan ibu beliau adalah seorang yang lembut dan  memiliki kecintaan pada musik dan sastra, dan memiliki pengetahuan yang lebih tinggi dari pada suaminya. Ia berambisi yang mencita – citakan anaknya sebagai ahli sains yang jenius.

 Einstein mempunyai kakak yaitu Jacob Einstein dan adik perempuannya yang sangat ia sayangi Albert Maya, bahkan rasa kehilangan ketika adiknya meninggal begitu mendalam melebihi sewaktu istri pertamanya meninggal. Karena istri pertamanya  Mileva (teman di universitasnya) yang berasal dari serbia meninggal, ia menikah kembali, istri keduanya Elsa. Ia mempunyai anak yaitu Hans Albert yang suka berbicara sains dan Nathan yang suka berbicara politik. Ia juga memilki anak tiri yaitu Margot yang lumpuh.

Albert Einstein sangat kuat ingatannya mengenai perkembangan  sains dari anak – anak hingga dewasa, tetapi sulit mengingat pengalamannya sewaktu masih kecil atau remaja. Masa- masa mahasiswa Einstein biasa saja, ia tidak mempermasalahkan pakaiannya, kebiasaannya tidak konvensional, hingga ada suatu cerita walaupun ia benci Gymnasium yang Otoriter itu tapi ia masih ingat seorang guru yang baik hati kepadanya, maka setelah ia berhasil menjadi orang besar karena penemuannya itu, ia menyempatkan datang kerumah gurunya. Tetapi karena pakaiannya yang amburadul, ketika bertamu dengan gurunya, ia dianggap sebagai pengemis jalanan sehingga akhirnya dia pulang dengan penuhkecewa. Selain penampilanya ia juga memiliki sifat  pelupa. Pernah ia lupa membawa kunci vilanya pada saat akan berbulan madu.

untung kepala suamiku tertancap kuat, kalau tidak ia akan meninggalkan kepalanya di Leipzig” kata Elsa istrinya.

Selain  itu ia juga sering lupa membawa kunci rumah bila ia bepergian.

Dalam kehidupan awal Einstein ia tidak mengalami kegersangan sebagai anak jenius, tetapi memiliki kelemahan dalam hal lambat berbicara, bahkan sampai umur 9 tahun dia masih lambat berbicara, dan pada waktu masa mudanya, beliau kalau di tanya selalu menjawab dengan keragu- raguan , sehingga Herman Einstein (ayahnya) sangat cemas kalau Einstein jadi anak terbelakang , hingga pernah ia bertanya kepada kepala sekolahnya tentang  profesi apa yang cocok untuk Einstein, dengan enteng sang kepala sekolah menjawab bahwa Einstein  tidak bakal mencapai sukses di bidang apapun. Bahkan  Einstein  tidak percaya bagaimana bisa kalau dirinya yang mengembangkan teori relativitas. Pada usia muda  ia baru memikirkan tentang problema – problema   ruang dan waktu yang berkembang menjadi teori relativitas tersebut.

Sejak umur lima tahun sampai sepuluh tahun dia belajar di sekolah Katolik didekat rumahnya, berhubung sekolah Yahudi terlalu jauh dari rumahnya.  Albert Einstein berpendapat bahwa dirinya tidak memiliki bakat khusus tetapi ia memiliki sifat ingin tahu. Kejutan pertama kali yang di terima Einstein menyangkut perkembangan intelektualnya adalah pada saat ia berusia lima tahun pada saat ia sakit ia diberi hadiah oleh ayahnya berupa kompas saku. Yang mengesankan bagi dia adalah jarum besinya yang selalu menunjuk arah yanng sama kemanapun kotaknya di putar.

Sejak  usia enam tahun ia mulai belajar main biola, yang waktu itu hanya sekedar ketekunan bukan inspirasi. Baru kemudian umur tujuh tahun, atas bantuan Mozart ia mulai menyukai struktur matematikal musik terutama biola. Kejutan yaang kedua mengenai perkembangan intelektualnya yaitu pada saat pamannya Jacob ahli rekayasa suara, dapat membuat beliau tertarik pada matematika, selain itu adalah kakak lelaki ibu Albert  Casar Koch yang membawakan beliau buah tangan atas kunjungannya, yaitu berupa model mesin uap.

Pada  umur 9 tahun ia di alihkan ke sekolah Gymnasium. Ia sangat membenci Gymnasium karena kedisiplinan peraturan dalam bentuk otoritas pendidikan yang menurutnya hanya menimbulkan ketakutan, kepaksaan, dan artifisial yang dapat menghancurkan cita rasa dan kepercayaan diri para murid. Otoritas dari Gymnasium mengajarkan ia untuk bersikap skeptif yang menyuburkan sikap selidiknya yang radikal, sesuatu yang esensial buat ahli sains.       

  Pada usia 15 tahun keluarga Einstein pindah ke Italia, tetapi ia di tinggal di Gymnasium, karena orangtuanya berharap ia segera menyelesaikan pendidikannya dengan harapan bisa menjadi insinyur elektro. Tetapi akhirnya Albert gabung bersama orangtuanya di Italia dan keluar dari Luitpold Gymnasium tanpa mengambil ijazah, yang kemudian pada usia 16 tahun ia meneruskan pendidikannya di Zurich,Swiss yaitu sekolah tinggi politeknik yang tanpa memakai ijazah Gymnasium tetapi melalui dengan ujian masuk. Pendidikan  di politeknik ini ditempuh 4 tahun agar mencapai anak tangga terendah jenjang profesi guru.

 Pada waktu muda  Einstein adalah juga seorang pria yang mempunyai kharisma bagi wanita dan ia sangat senang bila berada didekat wanita. Tubuh yang serasi dengan rambutnya yang hitam lebat berombak, matanya yang lebar bercahaya dan tindak tanduknya yang bebas yang merupakan daya tariknya. Banyak wanita yang senang bersamanya apalagi mendengarkan ia bermain biola. Einstein tidak tertarik pada wanita intelektual tetapi rasa kasihan yang selalu membuatnya tertarik pada wanita yang bekerja fisik.  

Pada usia 22 tahun, di universitas Munich ada yang memulai karya penting yaitu Max Karl Ernest Ludwig Planck, yang memberikan suatu perkembangan revolusioner dari teori kuantum Planck sendiri, hal inilah yang memacu semangat Einstein dalam ketekunan, kritis dan penuh teka – teki. Sehingga setelah 7 tahun yaitu dari umur 15 tahun sampai 22 tahun di Swiss akhirnya ia memutuskan kembali ke Jerman yang di bencinya. Akhirnya dari sinilah dia berusaha menyelidiki problema ruang waktu dan melahirkan teori relativitas. Hanya sayang apa yang dikatakan terakhir kalinya oleh pemikir besar ini tidak di tahu karena perawat yang menungguinya tidak paham bahasa Jerman.

 
38 Komentar

Ditulis oleh pada Jumat, Juli 20, 2007 in tokoh

 

38 responses to “JENDELA BIOGRAFI EINSTEIN

  1. wardah el shafa

    Senin, September 3, 2007 at 6:31 am

    eisnteis andai ku bisa sepertimu
    hehhe

     
  2. HAH

    Rabu, November 14, 2007 at 3:03 pm

    om albert kamoe bener2 orang yang luar biasa. ngga’ salah kalo aqu “cinta” padamu.

     
  3. denmasagoenk

    Senin, November 19, 2007 at 1:21 am

    Einstein pun tidak kenal dengan internet…. he..he…he… :D

     
  4. eL_jRumy

    Selasa, April 22, 2008 at 9:29 am

    Hebat!!!
    ten thumbs up!

     
  5. denmasagoenk

    Senin, Juni 16, 2008 at 4:58 am

    ada lagi kebodohan dari einstein…. tidak bisa menggunakan sms :p

     
  6. aidul1117

    Jumat, Juli 4, 2008 at 6:28 am

    Einstein!!!!. itu teriakku ketika mendengar tentang Einstein….
    Sampai sekarang belum ada yang menandingi kecerdasannya….
    Dambaan bagi setiap orang cerdas….

     
  7. she (^_^)

    Rabu, Oktober 8, 2008 at 2:10 pm

    wuaah…einstein is the best!!

     
  8. ade_mansyur

    Senin, Oktober 27, 2008 at 5:12 am

    saya sangat tertarik dengan temuan Albert,sebab dia bisa memecahkan masalah yang belum pernah tersolusikan oleh semua orang.dia juga merupakan orang yang mempunyai budi pekerti luhur.
    ADE MANSYUR

     
  9. denmasagoenk

    Kamis, Januari 8, 2009 at 5:42 am

    satu lagi einstein juga tidak suka dengan nasi gudheg! :p

     
  10. putro

    Minggu, Februari 8, 2009 at 12:20 pm

    inpirasi gw eisntein

     
  11. gede

    Jumat, April 10, 2009 at 1:04 am

    terang dari ketidak terbatasan teorinya seharusnya menimbulkan exhaust tidakmalah “close” (ketidakterbatasan yang semu)

     
    • lupz

      Jumat, Juli 10, 2009 at 6:59 am

      bahasamu

       
  12. Anonymous

    Jumat, April 10, 2009 at 3:37 am

    eINStein…OtAk lo kReEn aBIz..W pNGin kya otAk lo..

     
    • lupz

      Jumat, Juli 10, 2009 at 7:00 am

      lah aneh, masa pengen berbentuk otak gimana to?

       
  13. anezha

    Jumat, April 10, 2009 at 3:36 pm

    eInsteiN… saya sempat mengidolakan anda, tetapi tidak lagi ketika saya tahu bahwa anda seorang atheis yang matinya di penjara karena membunuh kolega anda sendiri…

     
    • Fidel

      Minggu, Juli 15, 2012 at 2:59 pm

      Einstein meninggal dunia krn penyakit yg dialaminya. Penyakit yg dialami Einstein itu adalah aneurisma arteriosklerotik yg pecah di aorta rongga perutnya.

       
  14. RH

    Minggu, April 12, 2009 at 5:36 am

    @ anezha

    Hah, benarkah Einstein wafat ketika di penjara? Apakah beliau pernah dipenjara? Bukankah yang dipenjara itu anaknya?

     
  15. anezha

    Minggu, April 19, 2009 at 4:19 am

    Kematian Einstein dipenjara diduga sengaja dibunuh oleh pemerintah
    > Amerika. Daripada memvonis hukuman penjara terhadap Einstein yang
    > resikonya akan menakutkan dan menimbulkan kebencian ahli2 pengetahuan
    > diseluruh dunia, maka dengan kematian se-olah2 sakit waktu dipenjara,
    > pemerintah Amerika beralasan untuk mencabut semua tuduhan terhadap
    > Einstein dengan rasa aman.
    >
    > Sangat sulit bagi anda untuk menemukan tulisan mengenai hari2 akhir
    > Einstein waktu dipenjara. Karena memang ada upaya menghapus informasi
    > tentang hari2 terakhir Einstein ini. Amerika berkepentingan untuk
    > menggambarkan Einstein sebagai umat beragama karena kenyataannya dia
    > ditangkap dan dipenjara sebagai agen KGB yang bekerja untuk Russia
    > yang bertugas membunuh seorang ahli atom Amerika yang menjadi koleganya.
    >
    > > Jingjing Arab wrote:
    > > Einstein was an Honorary Associate of the Rationalist
    > > Press Association beginning in 1934, and was an
    > > admirer of Ethical Culture. He served on the advisory
    > > board of the First Humanist Society of New York. He
    > > published a paper in Nature in 1940 entitled Science
    > > and Religion which gave his considered views on the
    > > subject.
    >
    > Dulu, semua agama menentang kehadiran ilmu pengetahuan, namun
    > perkembangan ilmu pengetahuan yang demikian dahsyat menyebabkan agama
    > makin banyak ditinggalkan umatnya.
    >
    > Wajar kalo sekarang semua ulama baik Islam, Kristen, Hindu, Buddha,
    > berusaha mengikut sertakan atau membonceng ilmu pengetahuan untuk
    > dakwah agama mereka masing2. Tanpa membonceng ilmu pengetahuan maka
    > agama mereka akan tersisihkan.
    >
    > Salah satu kegiatan agama Kristen di Amerika adalah berusaha
    > menyusupkan “Intelligent Designer” sebagai bagian ilmu pengetahuan,
    > namun lembaga ilmu pengetahuan Amerika menolaknya karena hal itu
    > merupakan kepercayaan agama yang sama sekali tidak ada dasar ilmiahnya
    > sama sekali.
    >
    > Sama halnya dengan Islam, semua ulama dan imam2 selalu berdakwah bahwa
    > AlQuran adalah sumber ilmu pengetahuan meskpun tidak ada satupun
    > produksi teknologi yang kita nikmati sekarang yang berasal dari AlQuran.
    >
    > Demikianlah, kesuksesan Einstein membuat semua agama memanfaatkan
    > namanya untuk agamanya masing2. Umat Kristen menganggap Einstein
    > percaya Yesus, umat Yahudi menganggap Einstein adalah penganut Yahudi,
    > di Indonesia pesantren2 menyatakan Einstein beragama Islam.
    >
    > Untuk itulah semua ulama berbagai agama berusaha memutar balikkan
    > pernyataan2 Einstein untuk se-olah2 memihak kepada agama mereka.
    >
    > Namun kalo mau jelas siapakah Einstein, dia adalah orang komunis yang
    > atheist. Dia mati dipenjara karena membunuh seorang koleganya
    > professor Amerika. Dia dituduh agen Russia yang disusupkan ke
    > Amerika. Namun sebelum vonis hukuman mati dijatuhkan kepadanya,
    > Einstein mati dipenjara karena sakit. Beberapa kolega Einstein
    > menduga Einstein diracuni oleh pemerintah Amerika karena vonis hukuman
    > mati akan membuat para ahli ilmu pengetahuan bisa menjadi anti-Amerika
    > karena setia kawan dunia ilmu pengetahuan.
    >
    > Lebih detail dari pendapat Einstein adalah apabila anda bisa memahami
    > teori2nya. Teori Relativitas bertentangan dengan ajaran agama yang
    > absolut. Tuhan adalah Absolut, tapi Einstein menyatakan semuanya
    > relative tidak ada yang absolut karena absolut itu hanyalah ciptaan
    > manusia yang membuat sesuatu yang relative menjadi absolut.
    >
    > Einstein menjelaskan alam semesta itu adalah kosong. Kosong itu
    > merupakan definisi “tidak ada”. Semua yang tidak ada tak memerlukan
    > tempat. Apakah Tuhan itu menempati suatu ruangan??? Tuhan itu tidak
    > ada sehingga tak perlu tempat. Sama halnya dengan angan2 tidak
    > memerlukan tempat, tapi otak yang menciptakan angan2 itu memang ada
    > tempatnya didalam tempurung kepala. Otak itu merupakan hardware, dan
    > angan2 itu merupakan software. Hardware adalah real dan software
    > adalah abstract. Allah dan Tuhan merupakan hal yang abstract yang
    > bukan materi sehingga bukan real melainkan angan2.
    >
    > Alam semesta merupakan ruang kosong yang tidak ada batasnya. Namun,
    > manusia menciptakan batasnya secara abstract untuk menentukan
    > permulaan dan akhir, batas itulah yang kita kenal dengan waktu. Semua
    > yang ada harus berada dalam dimensi waktu dimana ada permulaan dan ada
    > akhirnya. Tuhan yang tidak berada dalam dimensi waktu tidak bisa
    > dinamakan ada, melainkan disebut “tidak ada” karena segala yang ada
    > harus ada permulaannya dan ada akhirnya.
    >
    > Dimensi waktu hanyalah batasan yang diciptakan manusia untuk
    > menetapkan keberadaannya. Dimensi waktu bukan ciptaan allah melainkan
    > ciptaan manusia. Allah berada diluar dimensi waktu karena allah itu
    > tidak ada permulaan dan tidak ada akhirnya, oleh karena itu allah
    > hanya bisa merupakan angan2 manusia yang menciptakannya dan
    > meletakkannya diluar dimensi waktunya.
    >
    > Inilah teori Einstein yang melahirkan dimensi waktu dimana waktu bisa
    > dimajukan dan dimundurkan melalui percepatan waktu dan perlambatan
    > waktu. Dari teori Einstein inilah lahir teori2 tentang perjalanan
    > waktu kemasa depan dan kemasa lalu.
    >
    > Demikianlah tanpa berpihak saya menjelaskan apa adanya tentang
    > Einstein, dan teori2nya menjelaskan siapa sebenarnya dirinya.
    >
    > Segala penelitian dan penciptaan produk2 teknologi melalui science dan
    > eperiment2nya hanya bertujuan satu yaitu mengubah angan2 menjadi
    > realitas, atau menjadikan idea2 berubah menjadi realitas. Filem baik
    > berupa video, DVD, atau camera2 se-mata2 untuk memprovokasi angan2
    > manusia. Semua bentuk Entertainment juga menghadirkan angan2 agar
    > bisa dipersepsi se-olah2 real, untuk itulah diciptakan TV Digital
    > dlsb. Agama dalam hal ini tidak berbeda, bedanya, agama adalah produk
    > angan2 manusia dizaman purba, sedang dizaman sekarang kita bisa
    > menciptakan jutaan agama hanya dalam beberapa detik. Semua filem bisa
    > diibaratkan agama karena sama2 merupakan angan2.

     
  16. anezha

    Minggu, April 19, 2009 at 6:56 am

    buat renungan ajah… ga ada maksud negatif koq…

     
  17. Ucca

    Selasa, Juni 2, 2009 at 5:37 am

    Tulisan nya sangat bagus saya terkesan dengan tulisan anda.
    Saya sangat mengidolakan einstein dan sungguh ini merupakan tulisan

     
  18. Anonymous

    Selasa, Juni 2, 2009 at 5:44 am

    i love einstein

     
  19. Anezha

    Rabu, Juni 3, 2009 at 5:15 pm

    Salah satu kesalahan ilmuwan terdapat pada kata “ilmiyah” mereka hanya meyakini segala sesuatu yang real saja, seakan-akan mereka mengklaim bahwa otak mereka bisa “menterjemahkan” segala apa yang ada di alam semesta. Dengan kata lain, bagi mereka value untuk kata rasional adalah 1, sedangkan untuk kata irasional adalah 0. Hal yang tidak bisa mereka terjemahkan dengan otak mereka dianggap suatu ketidakmungkinan. Lalu……
    Apakah pendapat ilmuwan tentang definisi dari kata “tidak ada” ? real atau tidak real?

    JIka pertanyaan itu ditujukan pada einstein atau ilmuwan lainnya, kira-kira apa ya jawaban mereka…..

     
  20. Nagara

    Selasa, Juni 9, 2009 at 6:13 pm

    tes,,

     
  21. Nagara

    Selasa, Juni 9, 2009 at 6:55 pm

    Hmm,,
    Tahukah siapa yg menemukan angka 0 yg sangat berguna sekali dalam membuat angka desimal?
    Tahukah angka, 0,1,2,3,4,5,6,7,8,dan 9 itu memudahkan kita membuat angka dari pada penggunaan angka romawi?
    Bayangkan, jika tidak ada angka 0?
    Baagaimana menulis 500.000.000 pada romawi?
    Tahukah angka desimal di dapat dari mana?
    Qur’an,,
    Angka itu menjadi hal yang sangat penting dalam ilmu-ilmu eksakta

    Itu baru 1 butir ilmu pengetahuan dari ribuan ilmu pengetahuan yg ada dalam Quran.

    Mengenai Keberadaan Tuhan, Tuhan memang tidak memiliki, awal dan tidak memiliki akhir,,
    Betapa lemahnya Tuhan jika Dia harus berakhir? betapa tidak mampunya Dia menguasai waktu jika Dia mesti terbawa waktu?

    Mengenai keberadaan Tuhan yang tidak jelas dimana: Memang kita tidak mampu, bukankah Dia Tuhan? Betapa lemahnya Tuhan menciptakan manusia yang mampu melampawi diriNYA? Tuhan juga tidak akan mau menciptakan ciptaan yang mampu menyainginya,,
    Tuhan tidak membutuhkan ruang dan waktu.

    Adapun keberadaannya jika memang di anggap tidak ada, lalu dunia ini? Apakah tercipta dengan ketidak sengajaan?
    Kenapa bisa burung merak memiliki ekor yang bisa menakutkan mangsanya? Kenapa bisa ada lukisan seperti monster yang bisa menakut-nakuti mangsanya? Kenapa bisa kebetulan begitu? Apakah burung merak sendiri yang melukisnya? Apakah burung merak pernah kuliah jurusan Seni Rupa? Tentulah ada yang melukisnya,,
    Tentulah ada kesengajaan, dan kesengajaan tentulah ada Pelakunya. Siapakah pelakunya?
    Renungi lah,,
    Ini pun ada dalam Quran “Sungguh merupakan tanda-tanda kebesaranNYA, dan merupakan bukti bagi orang-orang yang berpikir” (Saya lupa kalimatnya seperti apa)

    Bukan maksud saya menyinggung, tapi banyak-banyaklah cari tau soal agama, jangan terlalu mentok membaca buku-buku sekuler,,

     
  22. Anezha

    Rabu, Juni 10, 2009 at 2:36 am

    @Nagara

    “Bukan maksud saya menyinggung, tapi banyak-banyaklah cari tau soal agama, jangan terlalu mentok membaca buku-buku sekuler,,”

    Siapa yang ada maksud dengan kalimat diatas?

     
  23. keira

    Kamis, Desember 17, 2009 at 1:48 pm

    einstein kau sangat menginspirasi ku ..perkataan mu bahwa ” imajinasi lebih penting dari pengetahuan” membuat ku memndng hidup ini dri segi yg berbeda sehingga aku berfikir bahwa hidup ini tak begitu buruk . . aku msih bisa menemukan mozaik-mozaik kehidupn ku dalm imjinsi dn aku dapat menciptakan dunia ku sendiri . . duni yg lebih baik . yg membwt ku bersemangt dlm m’jlni khidupn ini.

     
  24. tari

    Kamis, Desember 17, 2009 at 1:57 pm

    einstein . . andai aku bs spintr dri mu .. ahk.
    tak pentg bgi ku kau atheis tow apa . . aku ttp mengagumi mu..
    kau sumber inspirasi bagi ku . . selain nbi besar MUHAMMAD SAW.

     
  25. ghita

    Selasa, Desember 22, 2009 at 6:45 am

    ” saya sangat mengidolakan Albert Einstein, karena beliau sudah sangat berjasa terhadap dunia ini, but saya lebih mengidolakan nabi Muhammad SAW. “

     
  26. salma

    Selasa, Desember 22, 2009 at 6:49 am

    ” kenapa sich Albert Einstein nggak punya agama?????????????????????????????????????”

     
    • Fidel

      Minggu, Juli 15, 2012 at 2:51 pm

      Einstein adalah nonbeliever, namun dia sangat religius. ini dalah suatu kepercayaan yg Einstein miliki.

       
  27. Sylar

    Jumat, Mei 28, 2010 at 4:55 am

    Klo soal ilmu pgthuan idola sya no 2 imam ja’far al shadiq, klo einstein k 9

     
  28. Rhiefq

    Sabtu, Juni 26, 2010 at 6:51 pm

    w stuju sama Nagara, Anezha terlalu over..

    >”…tidak ada satupun
    produksi teknologi yang kita nikmati sekarang yang berasal dari AlQuran..”

    kalimat ini kesannya seakan c Anezha nih udah sangat tau soal Al Qur’an..
    entah sumbernya yg salah, atau mata bathinnya yg udh tertutup..

    cobalah dalami lagi tentang Al Qur’an, insya Allah ada sesuatu yg bisa memperbaiki jalan pikiranmu..(kalo mau c ^_^)

    Good Luck..^_^

     
  29. nabilladewanti

    Minggu, Oktober 31, 2010 at 12:23 am

    ga ada videonya albert einstein ya? hehe

     
  30. faris van java

    Selasa, November 9, 2010 at 6:40 am

    berilmu,
    baru bicara n beramal…
    nikmatilah perbedaan…hahaha

     
  31. polah

    Minggu, November 14, 2010 at 3:06 am

    gw setuju sama nagara

     
  32. kevin ladus

    Minggu, Februari 6, 2011 at 2:59 am

    enstein mujizat dunia,munkin anak autisku bisa memiliki sedikit bias pintarnya

     
  33. Hamba Allah

    Jumat, Februari 17, 2012 at 3:50 pm

    semoga kita dan orang disekitar kita bisa berkharisma seperti artikel yg dibaca

     
  34. chuckedan

    Sabtu, Desember 8, 2012 at 12:23 am

    Einstein bukan apa-apa, dia hanya makhluk Allah.

    Lalu Allah yang Maha Pencipta ada di mana gerangan? kok gak pernah disebut?

    Pantas korupsi jalan terus, karena Allah selalu tidak diperhitungkan, jadi pada saat gak ada orang, ‘gak ada yang melihat’, sikat terusss!!!

    Einstein mengatakan :
    Tidak dibutuhkan agama untuk berbuat sesuatu yang baik dan bermoral.
    Tapi, dibutuhkan agama untuk membuat seseorang berubah menjadi Monster.

    Ini pendapatku:

    Justru orang komunis itulah yang menjadi Monster bagi orang beragama.
    Mereka akan membantai semua orang beragama, tak perduli agama apapun.
    Dan mereka akan membantainya denga senyuman di mulut dan darah dingin.
    Kenapa? Apa mereka salah?
    Tidak.
    Kok bisa?

    Revolusi Budaya di China (1949-1976)

    Hampir mustahil memberikan jumlah tepat mengenai berapa banyak orang yang tewas di tangan kaum komunis China. Diperkirakan sekitar 45-70 juta orang menjadi korban selama masa kepemimpinan Mao Zedong. Penyebab utama genosida adalah karena revolusi kebudayaan pada tahun 1966-1976 yang membuat Zedong melakukan upaya ‘pembersihan’ kaum anti pemerintah. Apapun itu, rezim komunis memang paling mengerikan mengenai upaya genosida.

    Karena orang komunis menghitung: Mereka kaum komunis tidak merasa memiliki kehidupan setelah kematian, sedangkan orang beragama mempunyai kehidupan setelah mati, karena itu mereka (kaum komunis) tidak merasa membantai orang beragama (seperti yang dilakukan oleh Mao Zedong), tetapi hanya bermaksud “mengungsikan orang-orang beragama ke alam kehidupan setelah mati sesuai dengan keyakinan orang-orang beragama, yaitu adanya kehidupan setelah mati”.
    Mereka malah merasa telah berjasa, karena telah mau ‘bersusah payah’ mengantarkan para agamawan ke alam kehidupan setelah mati, sesuai dengan keyakinan mereka.

    Nah, dengan penjelasan ini, aku telah mematahkan teori Einstin, bahwa dibutuhkan agama untuk mengubah seseorang menjadi sebuah Monster.
    Justru Komunis itulah Monster sebenar Monster.

    Bukan agamanya yang tidak sempurna, tetapi pemahaman dan pelaksanaanyalah yang tidak sempurna, setengah-setengah, tidak menyeluruh atau kaffah.

    Sedikit pengetahuan (tidak lengkap) adalah sesuatu yang sangat berbahaya.
    Tiadalah otak manusia itu bekerja, melainkan semuanya atas ijin dan kuasa Allah semata, tidak ada yang hebat, hanya Allah yang berhak untuk dipuji dan dibesarkan nama-Nya.

    -Satria Piningit-

     

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: