RSS

NEWS

www.eramuslim.com                           www.kompas.com                            www.fisika.net                                  www.kr.co.id                                          www.indosiar.com                           www.astaga.com

www.republika.co.id                            www.eramuslim.com                         www.karir.com

*****************************************************************************************************************************

MENYIKAPI FILM INNOCENCE OF MUSLIM

Setelah dirilis film Innocence of Muslim, kaum muslimin menjadi geram. Film ini jelas merendahkan dan menjatuhkan harga diri mereka sebagai umat Nabi rahmat, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Fenomena ini selanjutnya diperparah dengan kejadian pembunuhan Duta Besar AS untuk Libya dan beberapa rekannya.

Ada beberapa catatan penting yang bisa kami sampaikan dalam menyikapi fenomena semacam ini:

1. Wajib membenci sikap penghinaan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan pelakunya.

Umat Islam sepakat bahwa menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah tindakan kekafiran. Bahkan mereka sepakat bahwa pelaku tindakan ini wajib dibunuh, meskipun dia bertaubat, dan bahkan meskipun yang menghina itu orang kafir.

Dalam Fatwa Islam (no. 22809) dinyatakan:

وهذا الإجماع قد حكاه غير واحد من أهل العلم كالإمام إسحاق بن راهويه وابن المنذر والقاضي عياض والخطابي وغيرهم

Pernyataan sepakat bahwa penghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wajib dibunuh, disampaikan oleh beberapa ulama, diantaranya: Imam Ishaq bin Rahuyah, Ibnul Mundzir, al-Qodhi Iyadh, al-Khithabi dan yang lainnya. (Lihat ash-Sharim al-Maslul, 2:13 – 16)

Dalil dari hadis, dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, beliau menceritakan:

أَنَّ يَهُودِيَّةً كَانَتْ تَشْتُمُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَقَعُ فِيهِ ، فَخَنَقَهَا رَجُلٌ حَتَّى مَاتَتْ ، فَأَبْطَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَمَهَا

“Ada seorang wanita Yahudi yang mencela dan menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian ada salah seorang yang mencekik wanita itu sampai mati, dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menuntut darahnya (artinya tidak diqishah).” (HR. Abu Daud no. 4362).

 

2. Mengingat tindakan ini adalah bentuk kriminalitas, pihak yang berwenang memberikan hukuman adalah pemerintah, dan bukan semua lapisan masyarakat. Dalam Syaikh Abdurrahman al-Barrak mengatakan:

وإن كان السابّ معاهداً كالنصراني كان ذلك نقضاً لعهده ووجب قتله ، ولكن إنما يتولى ذلك ولي الأمر

“Jika orang yang mencela Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang kafir yang tidak memerangi kaum muslimin, seperti orang Nasrani, maka sikap dia ini berarti telah membatalkan kesepakatan damai dengannya, sehingga wajib dibunuh. Akan tetapi, yang melakukan hal itu adalah pemimpin.” (Fatwa Islam, no. 14305)

Lebih dari itu, kaum muslimin berada di negara yang memiliki pemerintahan yang sah. Bertindak sendiri tanpa perintah dari pemerintah, akan menimbulkan permasalahan baru, yang bisa jadi justru dirinya disalahkan. Padahal, solusi yang ditawarkan dalam Islam, adalah solusi yang tidak menimbulkan masalah baru.

Kita hanya wajib membantahnya, dan membalas celaannya, seperti mendoakan keburukan untuk pelaku, tanpa menimbulkan masalah baru bagi umat Islam.

3. Jaminan dari Allah, orang yang menghina Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam pasti celaka.

Satu surat paling pendek yang hampir dihafalkan seluruh kaum muslimin. Itulah surat al-Kautsar. Kita membacanya berulang kali, tapi mungkin tanpa perenungan, sehingga terkadang kurang bisa merasakan.

Di akhir surat ini Allah menegaskan :

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Sesungguhnya setiap orang yang membencimu, dialah orang yang terputus dari segala bentuk kebaikan.” (QS. al-Kautsar: 3)

Ayat ini, meskipun turun berkenaan dengan orang kafir Quraisy yang menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti Abu Jahal, Abu Lahab, al-Ash bin Wail, Uqbah bin Abi Mu’ith, namun hukumnya berlaku umum, bagi setiap manusia yang membenci Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Syaikhul Mufassir (bapak ahli tafsir) mengatakan:

إن الله تعالى ذكره أخبره أن مبغض رسول الله صلّى الله عليه وسلم هو الأقل الأذل المنقطع عقبه، فذلك صفة كل من أبغضه من الناس، وإن كانت الآية نزلت في شخص معين

“Sesungguhnya Allah Ta’ala mengabarkan bahwa orang yang membenci Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dialah orang yang lemah, hina, yang terputus keturunannya. Itu merupakan sifat bagi setiap manusia yang membenci beliau. Meskipun ayat ini turun berkenan dengan orang tertentu.” (Tafsir at-Thabari, 12:726)

Dan ini menjadi tanda kenabian beliau, meskipun beliau sudah meninggal. Seolah telah menjadi sunatullah, setiap orang yang menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pasti celaka dunia akhirat. Dzat Sang Kuasa, tidak rela ketika utusan-Nya dilecehkan oleh para cecunguk-cecunguk yang suka menggonggong.

Berikut beberapa bukti sejarah:

Pertama, semua orang yang menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari kalangan kafir Quraisy, mati dalam kondisi mengenaskan. Abu Lahab mati dalam keadaan mengidap penyakit Adasah, badannya mengeluarkan bau yang sangat busuk. Sampai tidak ada satupun keluarganya yang mau mendekatinya. Dia dimandikan dengan disiram air dari jauh. Dan ketika dikuburkan, orang-orang melempari tanah dan batu ke lubang kuburnya dari jauh.

Utbah bin Abu Lahab pernah menarik baju Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian meludahi wajah beliau yang mulia. Akhirnnya di suatu perjalanan, kepalanya diterkam singa, padahal dia sudah berlindung di tengah kerumunan rombongannya.

Abu Jahal dipenggal kepalanya oleh Ibnu Masud di kerumunan bangkai orang kafir yang berserakan ketika perang badar, setelah dia dijatuhkan dengan serangan putra Afra dan Muadz bin Amr bin Jauh.

Kisah-kisah lainnya, banyak disebutkan di buku-buku sirah.

Kedua, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengirim surat ajakan untuk masuk Islam kepada dua raja yang menguasai dunia ketika itu. Kaisar (raja Romawi) dan Kisra (raja Persia). Keduanya tidak menerima ajakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun dengan sikap yang berbeda. Raja Romawi menghormati surat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan memuliakan orang yang membawa surat itu. Balasannya, kerajaannya tetap utuh, sampai abad 15, kerajaan Romawi masih ada

Berbeda dengan raja Persia. Dia merobek-robek surat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hasilnya, kerajaannya runtuh di zaman Umar bin Khattab. Betapa pendek usianya.

Ketiga, dalam banyak kesempatan, ketika kaum muslimin hendak menaklukkan musuhnya, mereka baru berhasil, setelah ada diantara musuh mereka yang menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Diceritakan Syaikhul Islam:

وقد كان المسلمون إذا حاصروا أهل حصن واستعصى عليهم ، ثم سمعوهم يقعون في النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ويسبونه ، يستبشرون بقرب الفتح ، ثم ما هو إلا وقت يسير ، ويأتي الله تعالى بالفتح من عنده انتقاماً لرسوله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Dulu kaum muslimin, ketika mereka mengepung benteng musuh (ahli kitab) dan berusaha menyerang mereka, kemudian mendengar mereka mencela kehormatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menghina beliau, maka kaum muslimin langsung bergembira dengan dekatnya kemenangan yang akan segera datang. Kemudian terjadilah penaklukan hanya dengan masa penantian yang singkat. Allah memberikan kemenangan, karena murka-Nya, membela utusan-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (ash-Sharim al-Maslul, 116).

Allahu a’lam

Artikel www.KonsultasiSyariah.com

———————————————————————————————

KEANGGUNAN KASTIL-KASTIL DIJEPANG

22 Juli 2007 —– (www.kr.co.id)

kastil.jpg

Manakala kita jalan-jalan di suatu kota besar di Jepang dan menjumpai parit lebar berair mengelilingi benteng berfondasi dinding batu tinggi, bisa dipastikan itu adalah kastil (oshiro) yang notabene di hampir tiap prefektur (semacam propinsi) masih tegak berdiri dan dipelihara dengan baik oleh pemerintah kota. Sebut saja Kastil Edo di Tokyo yang kini menjadi istana kaisar, Kastil Nijo di Kyoto, Kastil Osaka, Kastil Nagoya, Kastil Hiroshima, Kastil Okayama dan lain-lain yang jumlahnya puluhan

Pada mulanya kastil di Jepang didirikan sebagai benteng pertahanan dan melindungi diri khususnya penguasa di zaman feodal (daimyo) dari serangan musuh-musuh dari luar antara abad 14 sampai 18. Daimyo memiliki pasukan yang disebut samurai atau kaum prajurit yang setia sampai mati membela tuannya.

Kini hampir semua kastil di Jepang menjadi objek wisata menarik yang apabila masuk ke dalamnya akan membawa kita ke suasana feodal zaman dulu, seperti di Kastil Himeji yang untuk masuk ke bangunan utama harus melewati jalan berliku yang penuh jebakan dan gerbang-gerbang kokoh yang masih menyisakan bekas perang antar samurai zaman dulu seperti bekas tusukan tombak dan panah di dinding kayunya.

Karena riwayat sejarah, keutuhan dan keindahannya, Kastil Himeji yang merupakan kastil terbesar dan terindah di Jepang masuk dalam daftar situs world heritage dari UNESCO. Dari kastil pula cikal bakal suatu kota di Jepang dimulai, dan beberapa sisa rumah para samurai zaman dulu yang memiliki rumah indah dan luas masih tersisa di sekitar kastil.

 Dosen AKPRAM Yogyakarta Yoel Sadewa telah berkunjung ke beberapa kastil di Jepang. Selain Kastil Himeji, Kastil Osaka pun tak kalah cantik dan megah dilihat dari berbagai sudut kota. Kastil yang dibangun tahun 1585 oleh Toyotomi Hideyoshi ini pernah terbakar namun telah dibangun kembali dan kini berfungsi sebagai museum penyimpan peralatan perang para samurai seperti baju zirah (yoroi), helm baja (kabuto), tombak (yari), pedang (katana), senapan kuna (teppo) dan lainnya. Setelah mengamati mulai lebar dan dalamnya parit serta tembok batu yang mengitari bangunan sampai tempat pengintai di menara tertinggi (tenshukaku) ditambah sisa-sisa peralatan perang dan diorama yang ada di dalam kastil menunjukkan serunya peperangan antar samurai pada zaman feodal, ungkap Yoel kepada KR

Di kota Odawara, yang terdapat Kastil Odawara oleh Pemkot dibuatlah toko, halte bus, box telpon, toilet sampai sekolah bergaya kastil. Tujuannya tak lain sebagai kebanggaan kota dan daya tarik wisata. (Rsv)-o

*********************************************************************************************

HELEN ELIZABETH CLARK

22 Juli 2007 —— (www.kr.co.id)

helen.jpg

Helen Elizabeth Clark adalah sedikit di antara sekian jumlah perempuan yang memimpin negeri. Ia bahkan pernah masuk di posisi ke-20 dari 100 perempuan terkuat dunia, versi Majalah Forbes. Namun yang sangat mengesankan — sebagaimana dikisahkan Din Syamsuddin dalam pertemuan di Wellington — perempuan bertubuh tinggi langsing ini juga tidak segan membuat teh sendiri, di sela acara simposium yang dipimpinnya

adahal, Helen adalah Kepala Pemerintahan Selandia Baru. Ia menjadi Perdana Menteri sejak tahun 1999. Dan dunia mengenal, di bawah kepemimpinannya, Selandia Baru berkembang menjadi negara yang sangat stabil. Lantas apa rahasia Perdana Menteri yang ramah dan sederhana ini mempertahankan kekuasaan dan menjamin bahwa Selandia Baru menjadi negara yang maju?

“Saya kebetulan memimpin pemerintahan koalisi, karena partai saya tidak memperoleh cukup suara untuk memerintah sendiri,” ucapnya saat ditemui Kedaulatan Rakyat di sebuah hotel, di sela kesibukan dan padatnya acara mengunjungi Yogyakarta.

Sadar bila memimpin pemerintahan koalisi, membuat Helen mengaku harus pandai-pandai memanfaatkan kekuatan tersebut. “Keberhasilan menciptakan stabilitas pemerintahan saya sangat tergantung kepada bagaimana membina hubungan baik diantara partai-partai pendukung koalisi. Selain itu, kesuksesan ini juga didukung oleh hubungan personal yang baik, dimana sebagai perdana menteri saya tidak dapat bersikap tangan besi atau memaksakan kehendak. Berbagai hal didiskusikan bersama dan dicarikan penyelesaian yang terbaik,” tambah istri Prof Dr Peter Davis, dengan sangat simpatik.

Di bidang ekonomi, Selandia Baru memimpin. Selain memiliki pertumbuhan ekonomi yang sehat, angka pengangguran pun menurun. Sebelum memimpin pemerintahan Selandia Baru, apakah Anda memiliki latar belakang ekonomi? Selanjutnya menurut pendapat Anda, apa elemen fundamental yang menyebabkan Selandia Baru dapat menikmati pertumbuhan ekonomi yang bagus?

Sebagai politisi saya tidak memiliki latar berlakang pengetahuan ekonomi, karena seperti diketahui saya berlatar belakang ilmu politik. Tetapi saya berpengalaman di Parlemen selama puluhan tahun. Sebagai perdana menteri, faktor kuncinya adalah memilih orang-orang yang baik dan ahli di bidangnya. Jika orang-orang di sekitar perdana menteri baik, maka kebijakan yang dihasilkan pun akan baik pula.

Kinerja tim ekonomi baik, maka perekonomian Selandia Baru pun dengan sendirinya akan baik pula. Kebijakan pemerintah terutama yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat luas harus baik, apakah itu investasi, pendidikan, kesehatan, jaminan sosial dan lain-lain.

Di masa lalu, orang bilang bahwa politik masih merupakan dunia laki-laki, tetapi sekarang banyak perempuan yang sukses menduduki jabatan publik baik sebagai presiden atau perdana menteri. Kita semua paham bahwa Anda terpilih sebagai perdana menteri melalui pemilihan umum dan menggantikan kursi yang ditinggalkan oleh Jenny Shipley. Sebagai perempuan politisi apakah Anda merasa bahwa untuk dapat mencapai kesuksesan Anda harus bekerja dua kali lebih keras daripada laki-laki?

Pada dekade 1980 atau 1990-an perempuan memang masih sedikit yang berani terjun ke gelanggang politik. Karena pada waktu itu, perempuan disibukkan oleh peran-peran domestik, terutama mengurus dan membesarkan anak.

Kini zaman sudah berubah, di Selandia Baru, kaum pria kini menganggap bahwa keaktifan perempuan di dalam ranah politik merupakan perkembangan yang bersifat alamiah. Perkembangan seperti ini tidak dapat dibendung atau dihalang-halangi.

Sebagaimana Indonesia, Selandia Baru merupakan anggota Asia Pacific Economic Cooperation (APEC). Sejauh ini bagaimana Anda memandang hubungan antara Selandia Baru dengan Indonesia? Dalam sektor apa saja kedua belah pihak bekerja bersama-sama?

Sebagai negara yang sama-sama berdaulat dan merupakan anggota masyarakat internasional yang baik, Indonesia dan Selandia Baru bekerja bersama-sama. Setelah Indonesia mengalami transisi demokrasi dan bangkit dari krisis, keadaan semakin membaik. Indonesia dan Selandia Baru memiliki hubungan yang terjalin secara tradisionil maupun hubungan di ranah regional dan internasional. Kedua negara menjalin kerja sama di berbagai bidang yang sangat dibutuhkan oleh masing-masing negara, seperti dalam hal peningkatan perdagangan, investasi, kerja sama imigrasi, pendidikan dan lain-lain. Pendek kata, kedua negara bekerja sama demi kebaikan bersama.

Berikut kutipan wawancara dengan Helen Elizabeth Clark :

*** Sewaktu masih mahasiswa, Anda menjadi aktivis mahasiswa yang gigih menentang Perang Vietnam dan menentang senjata nuklir. Sebagai Perdana Menteri Selandia Baru, Anda juga menolak mendukung Sekutu untuk berperang di Irak, tanpa ada sanksi PBB. Sikap independen Anda ini membuat Selandia Baru dihormati di berbagai negara, termasuk di Indonesia dimana sebagian besar rakyatnya juga menentang Perang Irak. Bagaimana Anda menjaga hubungan baik dengan Amerika Serikat dan negara-negara Sekutu, sementara pada saat yang sama Anda memiliki pilihan yang mandiri?

*** Sebagai negara kecil, Selandia Baru memilih melakukan pendekatan persuasif dan mengharapkan agar sistem internasional dapat bekerja. Selama beberapa dekade, Selandia Baru telah menyatakan diri sebagai negara bebas nuklir. Kami memiliki pandangan dan pendekatan yang berbeda dengan Sekutu, karena itu Selandia Baru tidak mendukung invasi ke Irak. Sejauh ini dalam hal kebijakan luar negeri, Selandia Baru memilih bersikap independen.

*** Selama ini siapa saja orang yang mempengaruhi Anda untuk terjun ke gelanggang politik? Ketika Anda menjadi calon legislatif di Mount Albert, apakah Anda berasal dari partai yang sama dengan kedua orangtua Anda?

*** Saya terjun ke gelanggang politik atas kemauan sendiri. Sebagaimana para petani atau peternak pada umumnya, ayah saya merupakan pendukung Partai Konservatif. Ayah membolehkan saya untuk aktif di Partai Buruh. Belakangan seiring dengan berjalannya waktu, ayah ternyata mendukung pilihan saya. Bahkan beliau saat ini merupakan pendukung Partai Buruh yang loyal.

*** Sangat mengesankan mengetahui Anda menyukai berbagai kegiatan di luar ruangan, terutama pada saat menikmati waktu luang Anda. Kami mendengar Anda menyukai aktivitas mendaki gunung, hiking, ski dan lain sebagainya. Apakah selama ini Anda merasa bahwa kegiatan-kegiatan itu membuat Anda menjadi lebih kuat? Apakah aktivitas ini juga mempengaruhi cara Anda dalam mengambil keputusan-keputusan penting?

*** Tentu saja semua kegiatan di luar ruangan yang saya tekuni, seperti mendaki gunung, hiking dan ski, sangat mempengaruhi diri saya. Kegiatan tersebut membuat saya jadi sehat dan memiliki fisik yang kuat. Bila mendaki gunung misalnya, saya harus memperhitungkan stamina dan memperhatikan langkah kaki. Selain memberikan kekuatan fisik, kegiatan-kegiatan tersebut ternyata juga membuat mental saya jadi lebih sehat dan lebih lancar dalam membuat keputusan-keputusan besar dan sulit. Saya pernah melakukan ekspedisi yang menantang, dimana saya mendaki Gunung Kilimanjaro di Afrika.

*** Sangat menarik pula mengetahui bahwa Anda memberi perhatian besar kepada dunia seni dan kebudayaan. Setelah Anda menjadi Perdana Menteri Selandia Baru, apakah Anda masih meluangkan waktu untuk menonton opera, orkestra musik dan acara kebudayaan lainnya?

*** Tentu saja, sejak dulu saya sangat menyukai dunia seni. Boleh dikatakan ini adalah hobi saya. Saya merasa sangat bahagia, karena dapat memadukan hobi dengan tugas.

Selain sebagai perdana menteri, saya juga menjadi menteri seni, kebudayaan dan heritage. Jabatan ini saya pegang sejak tahun 1999 dan saya senang mengembannya. Lantaran senang, saya menyempatkan diri menonton opera, konser musik, teater, pertunjukan seni. Saya juga aktif membuka pameran seni, galeri seni serta museum. Terakhir saya melakukannya di Auckland beberapa waktu yang lalu.

Kebetulan pula Selandia Baru memiliki artis maupun pekerja seni bertaraf internasional. Diantara mereka tercatat nama-nama seperti Peter Jackson dan Russel Crow. Jackson begitu sukses melayarlebarkan The Lord of the Rings, sedangkan Crowe dikenal sebagai aktor peraih Piala Oscar.

*** Apakah harapan-harapan Anda mengenai hubungan antara Indonesia dengan Selandia Baru di masa-masa yang akan datang?

*** Indonesia dan Selandia Baru kini sedang melakukan negosiasi untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang. Kami sedang menggodok realisasi lahirnya Perjanjian Perdagangan Bebas antara ASEAN dengan Selandia Baru dan Australia.

Selandia Baru juga melihat potensi tenaga kerja Indonesia dari kalangan muda yang terdidik. Tenaga-tenaga muda dengan kualifikasi tertentu sangat diperlukan oleh Selandia Baru, terutama mereka yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan memiliki ketrampilan dan kapabilitas tertentu. Perkebunan anggur dan komoditas lain di Selandia Baru memerlukan tenaga kerja semacam itu.

Bukan dengan membalikkan tangan, jika Helen Clark menjadi orang nomor satu di negerinya. Ia mengakui, perjuangannya sebagai seorang perempuan tidaklah mudah. Namun semua ini ia pahami bukan hanya persoalan perempuan di negerinya saja karena ‘ketertinggalan’ ini masih dialami perempuan di belahan bumi yang lain.

Saya kira jalan yang harus ditempuh perempuan untuk menduduki jabatan-jabatan penting atau posisi puncak masih sangat panjang,” ucapnya dengan senyum. Kendati demikian, Helen melihat situasi kini sudah mulai berubah dan kesempatan-kesempatan bagi perempuan untuk maju lebih terbuka. Memang jumlah perempuan yang menjadi politisi belum sebanyak yang diinginkan, karena mereka masih terbebani berbagai hal.

*** Di Indonesia, perempuan masih melakukan perjuangan panjang agar dapat terwakili dengan baik di Parlemen. Masih terus perjuangan untuk mendapatkan quota 30 persen kursi di Parlemen untuk perempuan. Perjuangan ini tidak mudah. Bagaimana dengan quota seperti itu di Selandia Baru?

*** Kami di Selandia Baru tidak menekan atau menuntut quota tertentu bagi wakil perempuan di Parlemen. Bagi saya yang penting adalah ada kemajuan. Jumlah perempuan yang duduk di Parlemen saat ini sudah jauh lebih banyak dibandingkan pada era 1990-an. Hal ini merupakan perkembangan yang menggembirakan.

*** Apakah ada program-program pragmatis untuk mendukung perempuan sebagai mitra sejajar laki-laki di negeri Anda? Maksudnya, apakah ada stimulans yang digunakan untuk mendorong perempuan untuk memperebutkan jabatan publik atau menjadi pemimpin di dalam komunitasnya?

*** Sekitar 24 tahun yang lalu, lobi-lobi perempuan untuk menuntut haknya berjalan dengan kencang. Kebetulan pada waktu itu, keadaan belum semaju saat ini. Perempuan pun aktif menuntut hak-haknya.Dewasa ini keadaan telah berubah, karena kesempatan bagi untuk eksis telah terbuka. Perkembangan ini membuat lobi-lobi semacam itu tidak lagi seaktif dulu. Kalau di dalam partai, memang ada seruan agar perempuan lebih berani maju mencalonkan diri untuk aktif di gelanggang politik atau memperebutkan jabatan publik

*** Beberapa tahun yang lalu, Majalah Forbes menempatkan Anda di posisi ke-20 dari 100 perempuan paling berkuasa di seluruh dunia. Sewaktu masih kanak-kanak, apakah Anda merasa bahwa Anda berbakat menjadi seorang pemimpin, seseorang yang tidak pernah ragu untuk berdiri di depan dan memikul tanggung jawab?

*** Kebetulan saya dilahirkan sebagai anak sulung dari empat bersaudara. Tentu seperti kebanyakan anak sulung lainnya, saya memiliki kecenderungan untuk memimpin, mengambil peran dan tanggung jawab. Ketika dewasa jiwa kepemimpinan saya semakin terasah. Saya memiliki rasa percaya diri yang besar dan saya kira, ini adalah pengaruh kebiasaan saya di waktu kecil.

*** Sesudah bertahun-tahun berkuasa, apakah Anda masih memiliki obsesi yang belum tercapai? Mohon penjelasan.

*** Sebagai pemimpin, ketika pertama kali terpilih, saya menetapkan sejumlah target. Dalam satu periode, tidak semua target itu tercapai. Dalam tahapan pemerintahan berikutnya, saya melanjutkan program tersebut dan menambahnya dengan target-target baru.

Kebijakan harus menyesuaikan diri dengan situasi yang berubah. Pola konsumsi berubah, ketersediaan energi berkurang, terjadi penurunan sumber daya. Semua persoalan-persoalan tersebut memerlukan pemikiran dan penanganan serius. Sebagai perdana menteri, maka saya harus bekerja keras agar persoalan-persoalan tersebut dapat diatasi dengan sebaik-baiknya. (Prabandari)-o

 

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: